Main Article Content

Abstract

Teknologi simulasi dan additive manufacture berdampak luar biasa karena kemudahannya dalam menciptakan model dan purwa rupa 3 dimensi lebih efisien dibanding dengan membuat model secara konvensional. Filament PLA (Polylactide Acid) akan  memudahkan para  pelajar bidang kedirgantaraan dalam mendesain dan membuat prototipe bagian UAV maupun pesawat yang selama ini dibuat dengan cara konvensional. PLA merupakan jenis plastik yang termasuk dalam golongan α-liphatic polyester yang secara umum dibuat dari α-hydroxy acid dan bersifat biodegradable. Tujuan penelitian ini adalah 1). Mendapatkan  hasil model simulasi stress-strain,  2). Mendapatkan data numerical sifat mekanis dari model. Numerical modeling  3 dimensi yang kemudian dalam simulasi memerlukan proses meshing dan constrain antara node displacement, Rapid Prototyping (RP) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan teknologi yang dapat membuat benda tiga dimensi dalam satu proses secara langsung melalui CAD Rapid Prototyping menyederhanakan kompleksitas proses pembuatan 3D. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen yaitu pengujian tarik material PLA dengan standar ASTM D68 Tipe 4 dicetak menggunakan  3D Printer dengan parameter proses mesin yaitu print speed 50 mm/s dan temperatur extruder 220 °C. Proses modeling menggunankan software Abaqus 6.11. Hasil penelitian menghasilkan : 1). Spesimen uji tarik mempunyai nilai rerata kekuatan tariknya sebesar 27,76 MPa. Nilai rerata σYS yaitu sebesar 25,38 Mpa. 2). Tegangan maksimum model spesimen uji tarik/ S.Max. Principal setelah pengujian adalah 9.611e-27 pada elemen 129. Maximum Stress Pressure distribution  pada element 415 sebesar  4,29E-25.

Keywords

3D Printer, poly lactide acid, tensile test, finite element

Article Details